34. Jatuh

629 Kata

Adara tidak menyangka bahwa saat ini tengah menikmati makanan bersama Aksa, laki-laki yang memberinya sebuah kenangan buruk. "Enak 'kan pak makanan disini?" Adara tersenyum, menatap Aksa yang tengah menatapnya. "Hmm, ya, enak," ucapnya. "Kalau nggak dikantor kamu panggil Aksa aja." "Nggak apa-apa nih?" "Iya, Ra, kita udah kenal lama juga." "Oke," "Bagaimana kehidupan kamu?" Gara-gara kamu aku butuh waktu yang lama untuk kembali seperti semula, Aksa. "Yah... Biasa aja, aku masih sibuk sama kuliah," Aksa tersenyum. "Aku cukup kacau," Adara sedikit menegang. Beberapa ingatan tentang hari itu datang. Wajah Aksa yang seakan ingin membunuhnya. "Tapi sekarang aku lebih baik," mata laki-laki itu menatap dalam Adara. "Sebenarnya ada beberapa pertanyaan yang saat ini aku tanyakan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN