Wajah Jessica pucat pasi ketika rapat dimulai. Laporannya belum diselesaikan oleh Adara dan gadis sialan itu tidak dilihatnya sejak ia pulang dari makan siang. Aksa duduk di kursi utama, menatap wanita itu dengan tenang, seolah menanti waktu yang pas untuk membuat wajahnya lebih pucat lagi. Semua orang-orang penting perusahaan sudah berkumpul. Jessica gemetar ketakutan. Rapat dimulai saat Aksa berujar. "Baiklah, rapat ini kita mulai, ah, bagian HRD, kemarin saya menyuruh anda melakukan sesuatu, bisa saya dengar?" Mata Jessica membesar, kebingungan. "E-eh maaf, pak, saya benar-benar minta maaf, laporannya belum selesai karena salah satu anak magang tidak becus menyelesaikannya, dia tidak bertanggung jawab," cicit Jessica. Aksa tersenyum segaris, membuat orang-orang disana merinding

