**** "Apa kabar, Ra?" Seringaian itu masih sama. Guratan wajahnya juga masih sama walau saat ini terlihat lebih dewasa. Adara sama sekali tidak bisa mengucapkan satu katapun. Kepalanya mendadak kosong. "Astaga, Dara, disini lo ternyata," Adara tersentak kaget saat seseorang menarik tangannya. "Sini, kita ke ruangan bokap gue dulu," Boni menarik tangan Adara keluar dari lift. Adara hanya diam, sangking terkejutnya dia, gadis itu hampir tidak sadar bahwa lift berdenting. "Lo kenapa naik lift itu sih?" bisik Boni. Adara mengerjapkan mata, berusaha sadar. "E-emang kenapa?" "Dar, itu lift sebenarnya dikhususkan buat tamu penting perusahaan, untung aja cuma ada satu orang disana," Boni melirik kebelakang dan terkejut melihat sosok di lift tadi sudah ada dibelakangnya. "KONTET! eh!

