"Aku tanya kamu ngapain!" Saar Aksa berkata dengan nada menyentak, detik itu juga kening Adara berkerut tidak suka. Denyut kakinya masih terasa, entah kenapa hal itu turut berdampak pada emosinya. "Aku jatuh Aksa! Kamu pikir aku ngapain!" gerutu Adara kesal. Aksa menggelengkan kepalanya seolah tidak percaya dengan kalimat Adara barusan, cowok itu masih menatap mata Adara geram. "Tapi kenapa sama laki-laki itu? Kenapa kamu bisa jatuh? Dan lihat! Rok kamu robek, Ra!" Pertanyaan Aksa terdengar mulai aneh dan diluar perkiraan Adara. "Kamu kenapa sih? Pertanyaan kamu bikin aku bingung tau nggak? Aku jatuh Aksa dan cowok itu juga, selesai." Aksa masih menatap Adara. Laki-laki itu hanya diam namun matanya masih mengatakan bahwa ia masih belum percaya dan mengerti kejadian barusan. Otak

