BR#8 Nich Manja

1019 Kata
Di hutan terlarang                 Nancy menggeliat pelan, namun perutnya seolah tertindih sesuatu, lebih tepatnya sepasang lengan yang sekarang melingkar di perutnya. Rasanya lega mengetahui mereka masih hidup dan selamat dari kelompok pengkhianat itu. “Nich.. bangun.”                 Nancy melonggarkan pelukan Nich dan membalikan badannya menghadap Nich yang masih tertidur pulas dengan dengkuran halus yang terdengar di telinga Nancy, dengan perlahan Nancy mengangkat lengan Nich yang berada di perutnya, mungkin Nich masih dalam masa pemulihan, apalagi burung pionix butuh waktu yang lebih lama dari yang lain dalam beristirahat. Perlahan Nancy berjalan keluar dari rumah kayu Marcela, menghirup udara segar di hutan terlarang. “Ternyata senyaman ini, kenapa gak dari dulu aja semua ngungsi di sini atau engga di rumah Rose juga bisa,” gumam Nancy yang berjalan tidak tentu arah.                 Nancy berjalan menyusuri jalan setapak, mengikuti jalan dan berhenti di sebuah tempat sumber mata air, di sana sudah ada Marcela yang duduk dengan tenang di antara bebatuan yang mengelilingi sumber mata air. “Hei..” Nancy mengambil tempat duduk yang tidak jauh dari Marcela. “Eh..”                 Lamunan Marcela langsung buyar saat sebuah suara mengintrupsinya, Marcela menengok ke arah samping yang sudah ada Nancy yang menggerakkan kakinya di dalam sumber mata air, tersenyum ke arah Nancy dengan senyum tipisnya. “Udah bangun Nancy? Sebentar amet, gak nyenyak atau gimana?” “Sebentar darimana coba, aku tidur dari matahari yang cuman muncul dikit sampe udah terang banget kayak gini. Aku nyenyak banget malah, kek kebo tidurnya.” Nancy tersenyum lebar menampilkan deretan giginya rapi, “Eh ngomong-ngomong kamu kenapa bisa nyampe di hutan terlarang? Kapan kamu nyampe dan kenapa kamu gak nyari Rose atau yang lain?” Nancy menghela nafas, menatap bayangan wajahnya yang terpantul di sumber mata air, “Aku nyampe sekitar 14 kali bulan purnama, ya sekitar 1 tahun lebih, Aku kebawa arus dan terdampar di pack Selatan, tapi mereka ngeliat kondisi aku yang gak bisa dibilang membaik, daripada ketauan sama yang lain mereka membawa aku ke sini, karena hanya tempat ini yang menjadi tempat sakral untuk pack manapun termasuk pack pengkhinat itu.” “Aku baru bisa pulan 10 bulan purnama yang lalu, luka karena terseret arus sungai cukup parah, apalagi bagian lengan sama kaki banyak luka bekas goretan dimana-mana. Dan ternyata 4 kali bulan purnama aku baru benar-benar pulih meskipun masih terasa ngilu kalau melakukan banyak gerakan, tapi sekarang aku udah 100 persen pulih,” ujar Marcela yang diiringi oleh senyum manisnya. “Terus kamu gak coba nyari tau yang lain?” “Sebenernya aku mau, tapi kondisi aku yang gak memungkinkan. Kamu tau sendiri kalau aku harus ada yang menemani, meskipun cuman 1 orang, karena kekuatan aku baru bisa benar-benar digunakan jika aura aku dan yang lain bisa disatukan. Lagian aku juga takut kalau aku tertangkap karena sembarang mengambil keputusan. Awalnya lusa aku baru mau berangkat mencari yang lain, terutama mencari Rose, aku gak bisa gegabah karena cuman ada Nich yang masih dalam pemulihan, jadi aku harus sabar.” Jelas Marcela dengan jelas membuat Nancy mengangguk-anggukan kepalanya. “Rose udah ditemukan, tapi pertama kali ketemu dia harus koma dulu, dan parahnya sekarang adalah dia gak inget apa-apa terutama tentang golden guide. Joe bilang kepala Rose terbentur beberapa kali dengan bebatuan. Kalau diinget sebelum kita hanyut Rose yang mengorbankan dirinya biar kita gak kenapa-kenapa waktu hanyut nanti, dan itu yang harus kita terima dengan ingatan Rose yang lupa dengan segala hal seperti sekarang.” “Syukur kalau kayak gitu, setidaknya aku sedikit tenang dengan kabar tentang Rose.” “Jadi sekarang golden guide yang baru berkumpul ada berada? Dan siapa aja?” “6 orang yang sudah berkumpul, termasuk kalian. Ada aku, Rose, Joan, Ken, kamu, dan Nich, sisanya masih dalam pencarian karena bersembunyi dari kelompok pengkhianat itu.”                 Marcela mengangguk dan keadaanpun mulai sepi tanpa ada yang berniat memulai pembicaraan. Nancy yang sibuk dengan pemikiranya yang terkadang terlalu overthingking, sedangkan Marcela merasa bersalah dengan Nancy, perasaannya harus segala dihapus sebelum banyak kesalah pahaman diantara mereka, apalagi kalau golden guide tau tentang permasalahan ini akan barabe jadinya. “Aku balik dulu ya Na, mau nyiapin makan siang untuk kita,” ucap Marcela yang bangkit dari tempat duduknya, dan menepuk bajunya yang sedikit koto karena duduk tadi, “Oh oke.. aku bentar lagi nyusul kamu..”                 Marcela mengangguk dan mulai melangkah pergi meninggkan Nancy yang masih sibuk dengan pemikirannya. Nancy menatap ke arah Marcela yang kini mulai menghilang dari pancangannya, sepertinya ada yang disembunyikan oleh Marcel kepada Nancy tapi aoa? Apa Marcela ada hungungan dengan Nich yang setiap hari selalu bersama belakangan ini.                 Sepasang tangan melingkar di perut Nancy membuat Nancy mau tidak mau tersenyum karena kebiasaan kecil ini, kebiasaan yang selalu membuat Nacny merasa menjadi istimewa dan berharga untuk Nich. Nich meletakan dagunya di bahu Nancy dan menutp bulu mata Nich yang selalu membuat Nich gemas ingin mengambil satu persatu bulu mata di wajahnya. “Kamu ninggaling aku lagi,” liirih Nich dengan pelan. “Maaf ya, tadi udah aku bangunin tapi kamunya gak mau bangung-bangung, jadi ya aku gak tega bangunin kamu makanya aku jalan-jalan pagi biar nyari udara segar, kan jarang-jarang kita bisa ada di hutan terlarang, di tengahnya lagi, biasanya kan cuman ngeliat tanpa mau masuk ke hutan terlarang, karena kita juga menganggap hutan itu suci dan gak sembarang orang bisa keluar masuk dengan bebas di tempat ini.” Nancy mengusap dagu Nich.                 Nich hanya tersenyum mendengar penejlasan Nancy, sudah lama mereka gak seperti ini, biasanya mereka hanya akan sibuk sama dengan dunia permasalahan pack dari A sampai Z.  Apalagi Nancy dan Nich masih menjadi pasangan yang saudah cukup lama, jadi kebiasaan ini sudah sangat jarang mereka lakukan, terlebih setelah mereka harus terpisah lebih dari 3 tahun lamanya. “Kamu tetep menjadi cewek yang bawel..” gumam Nich yang mengeratkan pelukan mereka. “Kamu tetap menjadi cowok yang sok dengan semua hal!” balas Nancy tak mau kalah. “Terkadang aku pengen berhenti menjadi anggota golden guide, terlalu berat untuk dilakukan, tidak seperti bayang-bayang sebelum moonlight mengangkat melalui tetua untuk bisa mengabdi bagi semua pack yang ada.” “Lah kamu ini, sudah menjadi risiko untuk semua anggota golden guide kalau terus mengabdi, kan itu udah jadi kewajiban dan tanggungjawab kita! Jadi nikmatin aja, banyak orang di luar sana mau untuk bisa menjadi anggota golden guide, lah kamu malah menyia-nyiakannya.” Nancy langsung melepas paksa pelukan Nich membuat Nich mencibir kelakuakn tak terduga dari Nancy. “Yayaya.. maafkan aku tuan puteri. Ayo kita kembali lagi untuk makan,”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN