Nancy yang sedang berada di dapur langsung bergegas keluar saat mendengar teriakan Rose, berjalan menuju asa suara sebelum akhirnya tubuhnya bertubrukan dengan Ana. “Loh Ana... long time no see..” ucap Nancy yang sudah memeluk tubuh Ana. “Baik.. sekarang tolong aku dari serbuan Rose.. aku mohon,” ucap Ana yang sudah berlindung di belakang tubuh Nancy. Tidak berselang lama, Rose datang dengan muka yang menahan kesal, mencari sosok Ana yang sudah berkata yang tidak-tidak kepadanya tadi. “Heh.. kamu gak usah bersembunyi kek gitu.. sini kamu..” Rose mencoba menarik lengan Ana sedangkan Ana mencoba menghindar dengan memegang tubuh Nancy sebagai pelindungnya. “Ayolah Rose.. aku bercanda.. serius bercanda...” ucap Ana dengan wajah yang dipasang se imut mungkin. “Cih...

