Ken berhenti di salah satu pohon, mengeluarkan perbekalannya dan mulai menyantap perbekalan sembari menatap langit yang begitu indah. Jika difikir kembali, ternyata sudah lama dari kejadian pertama kali betermu dengan Rose, tapi rasanya masih seperti kemarin. “Heh kamu..” salah satu penjaga perbatasan pack mendekat ke arah Ken, membuat Ken memasukan perbekalannya dan menatap nyalang laki-laki di hadapannya. “Ngapain kamu di sini? Kamu mata-mata?!” tuduh laki-laki itu membuat Ken hanya mendecih kesal. Memangnya tampang Ken itu ada tampang pengkhianatan? Kalau tampang bandel sih itu sudah pasti ada, tapi ya maaf-maaf aja tampang pengkhianat mah gak bakal mampir di wajah Ken. “Emangnya saya punya tampang jadi mata-mata? Kalau ngomong itu dipikirin dulu, gak usah nyabla

