Samuel duduk di salah satu kursi yang ada di ruang tunggu kantor polisi. Ia mengawasi Sandra dari kejauhan yang nampaknya tak mau menjawab secara spesifik pertanyaan yang di lontarkan Restu padanya. Ia hanya menjawab dengan singkat dengan ya atau tidak saja. Pengacaranya tak Nampak hadir atau mungkin masih belum datang. “Sar, kondisi Nathan gimana?” tanya Samuel di telepon. “Sudah baikan kok. Ini barusan dia makan.” “Aku bisa bicara sama dia nggak?” tanya Samuel. “Kenapa Sam?” tanya Nathan mengambil alih pembicaraan. “Dengar ya, Sandra sudah di kantor polisi sekarang. Tapi sepertinya dia tidak mau mengakui perbuatannya padamu. Aku ingin dia di hukum Nath, tindakannya sudah sangat berlebihan dan keterlaluan!” Nathan terdiam sejenak. Ia melihat tangan dan kakinya yang
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


