NATHAN...

1167 Kata

Sarah mengajak Samuel masuk ke dalam rumah. Ia harus memperkenalkan Samuel dengan formal pada ayah dan ibunya sebagai kekasihnya. Samuel tak merasa keberatan ataupun gugup karena ia sudah terbiasa bertemu dengan orang baru. Mungkin nanti bila saatnya pernikahan rasanya akan berbeda.   “Duduklah, aku akan mengambilkan minuman hangat dulu,” ujar Sarah sambil melepas sepatunya. Ia masuk ke dalam ruang tengah disambut dengan ledekan Nathan seperti biasanya.   “Kok sudah pulang Sar? Cepet banget? Aku pikir kamu bakal pulang larut malam.”   “Iya kalau kamu! Minggir!” Sarah menyenggol bahu Nathan yang dudul di lantai dengan kakinya.   “Nggak baik Sarah,” kata Ibu tapi tidak digubris olehnya.   Ayah bangkit dari duduknya dan menghampiri Samuel di ruang tamu. “Nak,” sapa Ayah.   Nathan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN