PEMBALASAN

2371 Kata

Samuel berdiri di depan jendela kamarnya. Embun pagi melekat di kaca jendela dan membuatnya basah. Pemandangan halaman hijau rumahnya yang luas memberikan kesegaran pada matanya. Rumput-rumput itu seakan memperlihatkan nafas mereka yang membuat kabut-kabut tipis. Suara cicitan burung menambah kesyahduan pagi itu. Namun suasana itu berbanding terbalik dengan suasana hatinya. Ia yang mengenakan piyama berwarna biru tua dari perancang Italia sedang memainkan cincin pertunangannya lalu mendengus. Ada sesuatu yang ia rencanakan. Ada sesuatu yang ingin ia balaskan.   “Show time,” ujarnya dengan tatapan tajam.   Samuel tengah memilih baju di walk in closet yang berada di ruangan terpisah dengan tempat tidurnya. Ia meilih kemeja berwarna putih dan setelan jas berwarna marun. Kerah bajunya tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN