Rombongan Aislinn disambut pasukan Nazraq. Jumlah mereka, para Nazraq, tak terhitung. Ada dinding tak kasatmata yang hanya bisa dilihat oleh peri berdarah murni. Dinding tersebut berdiri menjulang membentengi kawasan Arcana, memisahkan Arcana dengan wilayah kekuasaan milik Karmelion. Setiap bata terbuat dari batuan hitam, selapis demi selapis, memendarkan cahaya terang. Nazraq dan iblis rendahan tidak mampu menembus batas. Hanya manusia, peri, dan mereka yang kehadirannya diharapkan oleh pemilik Arcana. Adapun mereka yang keberadaannya tidak dikehendaki, tapi mampu menjejakkan kaki ke tanah terang pastilah akan berakhir tragis. Aislinn tahu bahwa majikan Nazraq telah berhasil menyusup dan barangkali sudah membantai pendeta. Membayangkan Raul menyentuh Ophelia membuat Aislinn berang bukan

