Dario meyakinkanku bahwa Beri berada di tangan yang tepat. Mereka, pendeta Bartholin, paham dan bisa menyelamatkan Beri. Adapun kehadiran Kiwi membuat mayoritas orang yang ada di sekitarku merasa tidak nyaman. Atas dasar keamanan, berjaga-jaga hal tidak diinginkan, aku menyarankan Kiwi agar kembali ke wujud rubah. “Ini adalah wujud asliku,” kata Kiwi, tidak senang mendengar nasihatku. “Namaku Sauer,” ucapnya sembari mengibaskan ketiga ekor. “Sauer, bukan Kiwi. Aku bahkan tidak peduli bila mereka hendak menyakitiku. Mereka boleh mencoba dan aku pastikan tidak ada satu pun yang akan selamat.” “Kiwi, kau tidak boleh mengunyah daging manusia.” Aku melingkarkan tangan ke leher Kiwi, membenamkan wajah ke bulu-bulu yang terasa amat lembut, dan berharap tidak perlu menghadapi sepasukan seriga

