TIBERIUS FLORAKIS ternyata menurut dengan sangat mudah. Hanya dengan satu panggilan saja dariku, yang sangat terpaksa aku buat, lelaki itu setuju dengan cepat untuk datang ke rumah saat itu juga. Aku tidak mengerti mengapa mendadak Ty menjadi pria yang takluk dan tunduk seperti ini. Biasanya, dia akan membuat segala macam hinaan dan sindiran buruk tentangku, terlebih jika aku meminta sebuah permintaan absurd seperti ini—yang ngomong-ngomong adalah permintaan Vincent, bukan dariku. Selain Ty, kami juga memutuskan untuk menghubungi Thessa tentu saja. Sahabatku itu harus tahu segalanya. Mulai dari surat baru, tulisan di loker, aku dan Ty yang pergi ke kantor polisi—yang ngomong-ngomong pasti akan diprotes keras oleh gadis itu sebab aku lebih memilih datang bersama Ty dibandingkan dengannya—d

