Alenta baru bisa duduk dengan tenang sekarang. Di lantai beralaskan karpet bulu, Adam tertidur setelah menemani Ratu. Mainan dan botol minum s**u Ratu berada di lantai Ratu berasa digendongannya. Alenta mengambil duduk di ujung sofa. Sembari memegangi botol s**u keponakannya, sebelah tangan Alenta yang bebas menepuk punggung beserta lengan Ratu dengan gerakkan pelan. Jika bukan karena Adam yang membantu menjaga Ratu, mungkin Alenta menyerah juga. Hampir saja ia menelpon Tasya dan menyuruh Kakak iparnya pulang karena Ratu rewel seharian. "Jangan pulang dulu deh, Dam," kata Alenta menatap Adam. "Kenapa?" Agaknya, Dami kurang fokus. Maksud dari Alenta agar tidak pulang dulu, jelas karena diminta menunggu Adam bangun, baru setelah itu mereka boleh pulang. "Itu... si Adam," tunjuk Al

