Pesan Kangen

1074 Kata

Dami terbangun dengan napas terengah. Ditatapnya ke sekeliling kamar. Dami mengusap wajah dan menarik napas lega. Beruntung yang tadi cuma mimpi. Kedua kaki Dami turun ke lantai. Ia menatap jam di atas meja nakas. Ia tertidur cukup lama sampai tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Dami menguap kecil, berjalan ke arah dapur untuk mengambil air minum. Mimpi tadi seperti nyata. Di dalam mimpinya, Dami mengatakan perasaannya secara jujur untuk Alenta ke Fano. Dami bisa melihat raut wajah Fano yang kecewa sekaligus marah. Dami meneguk air dingin di gelas, tatapannya kosong, baru bicara jujur di mimpi saja sudah membuat Dami kepikiran. Dami mendengar dering ponselnya. Ia membawa gelas yang menyisakan setengah air minumnya. Ia menggerutu, siapa yang menelponnya malam-mala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN