Tiba di hari keberangkatan Davian ke Belanda. Natla dan kedua orang tua mereka pergi mengantar Davian sampai ke bandara. Rindu dan. Alena juga ada di sana. Mami dan Papi Davian memeluk lelaki itu. Mereka akan melepas anak lelaki kebanggaan mereka untuk pergi sementara. Iya, seperti yang dikatakan papinya Davian kepada istrinya. Kalau Davian cuma sementara, setelah pendidikan Davian selesai, Davian akan kembali berkumpul bersama mereka lagi. Setelah kedua orang tuanya melepas pelukan, Natla maju beberapa langkah. Karena Davian dan Natla lebih sering bertengkar daripada akur, Natla agak canggung. Tidak mungkin Natla memeluk Davian sambil menangis. Cukup Rindu saja yang begitu nanti. Toh, Davian nantinya akan pulang lagi. "Apa?" Belum apa-apa, Davian sudah antisipasi Natla akan memelukn

