"Ini bayaran untuk kalian."
Uang segepok di dalam amplop cokelat itu diserahkan pada tiga orang lelaki. Salah satu lelaki itu menyambarnya cepat, seperti sekali kedip saja sudah berpindah ke tangan.
"Jangan lupa, foto paling bagus dan jelas." Nirmala memberitahu ketiganya sebelum pergi.
Sesuai dugaan Abra, memang Nirmala-lah dalang dari gosip yang beredar beberapa hari ini. Termasuk tentang berita kencan Dami dan Alenta hanya karena sebuah foto keduanya yang berada di depan pintu unit Dami.
Bukan tanpa alasan Nirmala melakukannya. Ia merasa cemburu karena ada perempuan lain yang mendekati Dami-nya. Dami yang dingin, tidak mudah dicairkan dan disentuh oleh manusia mana pun, malah begitu mudahnya membahayakan diri untuk perempuan bernama Alenta. Bertahun-tahun Nirmala mendekati Dami, tapi tidak sedikit pun Dami meliriknya. Menatapnya pun terlihat enggan. Lalu, perempuan baru itu tahu-tahu ingin merebut Dami dari Nirmala?
Kecemburuan Nirmala bermula dari berita Dami ynag dilarikan ke rumah sakit akibat kejatuhan lampu dari atas langit panggung. Suasana meriah dilengkapi teriakkan dari penonton hingga penggemar keduanya menghilang dalam sekejap digantikan teriakkan histeris dari penonton setelah Dami kejatuhan lampu. Ada banyak saksi yang mengatakan lampu itu seharusnya mengenai Alenta. Namun karena Dami ada di samping perempuan itu, maka Dami bergerak cepat menyelamatkannya.
Diam-diam Nirmala mencari tahu tentang Alenta. Ya, apa saja. Semua tentang Alenta. Mulai dari alamat, siapa saja keluarganya, dan yang paling penting, ada hubungan apa antara Dami dan Alenta. Nirmala meremas kesepuluh jarinya saat melihat acara infotaiment yang menayangkan rekaman video di detik-detik lampu turun ke bawah lalu Dami menyelamatkan Alenta, lantas jatuh pingsan. Dalam video itu juga, Dami di kelilingi banyak orang. Mulai dari anggota Missing You, Alenta, kru yang berbondong-bondong naik ke atas lalu disusul Sammy, sang manajer.
Nirmala merasa sakit hati! Pada Alenta saja, Dami mau repot-repot menolong bahkan masuk rumah sakit! Sedangkan pada Nirmala, Dami selalu tidak peduli. Nirmala juga masih ingat. Dulu ia hampir jatuh karena heels-nya terlalu tinggi dan lancip. Dan apa yang Dami lakukan? Dami cuma melihat lantas pergi! Kalau saja saat itu tidak ada Dimas, mungkin Nirmala akan jatuh karena heels sialan itu!
"Bikin lebih heboh lagi," perintah Nirmala. "Buat Alenta semalu mungkin! Kalian bisa sebut Alenta pelakor, perebut pacar orang, oh, atau mungkin orang baru yang pengin ambil Dami dari gue!"
"Oke, Nir," sahut seorang wartawan bayaran Nirmala. "Lo tenang aja. Selama uang lo ngalir, kita bisa bantu lo buat singkirin Alenta."
"Bagus." Nirmala menyunggingkan senyum merasa menang.
Tinggal sedikit lagi, pikir Nirmala. Datangnya Dami ke lokasi syuting waktu itu menarik banyak perhatian orang. Mereka saling berbisik dan bertanya, "Kenapa malah Nirmala yang ditarik? Kenapa bukan Alenta? Bukannya yang digosipin sama Dami itu Alenta, ya? Atau ada sesuatu di antara mereka?" Itu cuma beberapa kasak-kusuk orang di lokasi syuting. Belum prasangka dan asumsi para netizen.
Nirmala itu aktris muda terkenal, banyak penggemar dari berbagai kalangan. Sementara Alenta? Perempuan itu penyanyi pendatang baru jebolan ajang pencarian bakat! Tidak bisa disamakan level perempuan itu dengannya. Kalau Nirmala mau, Nirmala bisa mengaku-aku sebagai pacar Dami untuk menyudutkan Alenta.
"Kalian bisa pergi sekarang." Nirmala menyandarkan punggung sambil menunjuk ke arah pintu. "Ikutin ke mana pun Alenta sama Dami. Setelah dapet fotonya, kalian bisa jadiin bahan buat berita baru."
Ketiga lelaki itu tersenyum. Salah satunya mengacungkan ibu jari sebelum pergi dari apartemen Nirmala. Bekerjasama dengan perempuan itu memang banyak menguntungkan. Mereka tinggal membuat berita bohong untuk menyudutkan Alenta, mereka sudah dibayar sangat mahal.
***
"Nggak bisa dibiarin, nih!" Tiara meremas ponsel di tangan. "Wartawan bikin berita kenapa makin ngaco aja! Nggak ada tanya dulu ke kita, tahu-tahu bikin judul berita yang bisa bikin orang overthingking ke lo!"
Setelah membaca isi berita pagi ini, Tiara langsung naik darah. Justru orang menjadi bahan gosip hampir seluruh Indonesia malah tampak santai. Memasukkan nasi goreng ke dalam mulutnya tanpa berkomentar.
Sepertinya, Alenta mulai kebal. Beberapa minggu terakhir lumayan sulit untuknya. Apa lagi kalau bukan karena gosip miring tentangnya? Pertama, ia digosipkan berpacaran dengan Dami hanya karena mereka ketahuan sedang berdiri bersama di depan unit apartemen lelaki itu. Oh, bahkan mereka tidak berduaan. Ada anggota Missing You yang lain. Contohnya, Raka dan Adam juga ada di sana, tapi sepertinya foto itu dipotong. Jadilah terlihat hanya ada Dami dan Alenta.
Sebelum membuat keputusan mengikuti ajang pencarian bakat, Alenta sudah memikirkan konsekuensi apa saja yang akan diterimanya ketika menjadi penyanyi kelak. Bukan karena Alenta terlalu percaya diri padahal saat itu baru dimulai acaranya. Akan tetapi, Alenta berpikir kehidupannya dan kontestan lain akan disorot juga. Terbukti beberapa kali asrama mereka didatangi wartawan untuk interview. Dan interview itu akan ditayangkan di TV.
Netizen bukan hanya meninggalkan komentar pujian untuknya selama acara masih berlangsung. Komentar buruk dan cemooh tidak luput mengganggu pikiran Alenta. Hanya karena Alenta mendapat pujian dari Juri, ia dianggap besar kepala. Apanya? Bahkan Alenta tidak minta dipuji. Juri memujinya karena Alenta sudah memberikan performa yang baik dan bagus di atas panggung.
"Kok lo santai aja sih?" Tiara menatap Alenta agak sebal. Pasalnya perempuan itu kelihatan sama sekali tidak terusik, padahal berita yang diunggah malah makin menjadi-jadi.
Alenta memasukkan suapan terakhir ke dalam mulutnya. Ia membersihkan sudut bibirnya lebih dulu sebelum memberi respons. "Gue harus gimana emang?" tanya Alenta, datar, seolah tidak memiliki emosi. "Marah-marah pun percuma. Emang bisa nyumpal mulut banyak orang yang bilang gue perebut pacar orang?"
Kedua bahu Tiara turun dengan lesu. Yang dikatakan Alenta ada benarnya. Marah-marah juga percuma. Tidak akan mengubah kondisi sekarang. Berita soal Alenta yang disebut menjadi perebut pacar orang telah tersiar ke mana-mana. Tinggal menunggu hitungan menit saja berita itu akan diunggah oleh banyak akun gosip di i********:.
"Kita nggak bisa diem aja, Len. Kalau orang-orang jadi hilang respect ke lo, gimana? Untuk sekarang, bakal banyak netizen yang ada di pihak Nirmala." Tiara belum mau berhenti mengomel. "Heran. Baru sekali Dami datengin dia ke lokasi, hari-hari berikutnya lo diteror berita nggak jelas kayak gini!"
Alenta menarik napas panjang. Rasanya jengah juga mendengar omelan Tiara yang tidak ada habisnya. "Untuk sekarang gue mau fokus sama kerjaan. Biarin aja berita itu nyebar. Ntar kalau capek, bakal hilang sendiri kok."
"Gue lebih heran ke lo." Tiara meletakkan sebelah tangannya ke pinggang. "Lo santai banget, gitu. Padahal semua artikel baru-baru ini nyudutin lo. Sampe ada satu judul yang bilang lo perebut pacar orang. Halah! Pacarnya siapa yang lo rebut emang? Yakin Dami ngakuin Nirmala pacar?"
Alenta mengangkat kedua bahunya. "Mana gue tahu."
Tiara masih duduk di kursi. Alenta bersiap beranjak dan mengambil tas di kamar. "Lo tunggu aja di mobil. Gue nyusul lo setelah ambil tas ke kamar."
"Hmm...." Tiara bergumam lalu berdiri.
Sepenunggal Alenta ke kamar, Tiara sekali lagi mengomel. Walau yang diberitakan itu Alenta, tapi ia ikut sakit hati. Kurang ajar sekali wartawan-wartawan itu, astaga!