Menata Masa Depan

1102 Kata

Dani melihat rambut Alenta terkena angin pantai. Keduanya duduk sebelahan. Alenta meluruskan pandangannya tepat ke pantai, sementara Dami, entahlah... Dami tidak bisa membuang pandangannya dari Alenta barang sedetik pun. "Gue udah pikirin baik-baik." Alenta menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinga. Suara Alenta yang pelan hampir hilang dibawa angin. Dami menarik kedua kakinya, kemudian melipatnya, ia membuka kedua telinganya lebar-lebar agar tidak ada satu kata pun yang lolos dari pendengarannya. Kali ini, Alenta menolehkan kepalanya. Perempuan itu menatap Dami untuk beberapa detik kemudian mengerjap kecil. "Gue mau tanya sama lo sekali lagi. Tolong jawab dengan jujur, Dam." Dami ikut menolehkan kepalanya. Kedua orang itu saling menatap satu sama lain. Begitu Dami mengerjapka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN