Masakan Pertama

1080 Kata

Biasanya di jam segini, Laura baru membuka mata dan bersiap untuk mandi. Tapi kali ini berbeda. Aktifitas baru yang akan dia jalani selama beberapa waktu ke depan membuat rutinitasnya akan berubah. Tapi dia harus menikmati pekerjaan ini, demi masa depan dan cita-citanya. Semangat Laura, sarjana di depan mata. Pekerjaan yang lebih baik pasti udah menanti lo. Dia tersenyum paksa, menyemangati dirinya sendiri. Setelah memasak nasi di rice cooker, bahan-bahan yang Laura butuhkan untuk memasak sarapan pagi ini, sudah dia siapkan di atas pantry, tepat di sebelah kompor. Entah karena Abi yang terlihat buru-buru ingin sarapan cepat tersaji, atau karena ingatan kejadian beberapa menit yang lalu masih sulit Laura hapuskan dari ingatannya, saat ini dia cukup gugup dan salah tingkah. Bingung harus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN