Sebelum semuanya semakin rumit, Laura memilih kabur tanpa sepengetahuan Abi. Namun, lelaki itu menyadari sesuatu dan ketiadaan Laura di belakangnya, terpaksa menoleh juga mengejar. "Laura!" sentak Abi. Laura sudah berada di depan pintu lift, terpaksa mengabaikan Abi. Tapi sayang sekali, lengannya langsung ditarik oleh lelaki itu sampai dia berbalik secara paksa dan Abi langsung memegang kedua pundaknya. "Ada apa?" Abi menatap gadis di hadapannya dengan heran dan rasa penasaran menerpanya. Laura hanya mampu menunduk, menahan takut. Wajahnya mendadak pucat, berkeringat dingin. "Kenapa, ada apa?" Telapak tangan Abi menyentuh pipi Laura. Lelaki itu rela menyita waktunya hanya untuk hal yang sebenarnya bukan urusannya seperti ini. Bisa saja dia membiarkan Laura pergi tanpa alasan yang tida

