34. ARETA II

1113 Kata

Hari ini Reta di rumah setelah kemarin dia tersedak akibat satu lelaki yang kembali membuatnya pusing. Maksud Kak Artha apa coba?! Gak jelas lagi, kan? Ah udahlah, mending Reta belajar fokus buat berpaling ke Kak Fajar. Jelas. Yang sore ini saja ngajak Areta jalan. Coba kalau Kak Artha? Nggak ada tanda-tanda penguat "rasa suka" dari kalimatnya di warung. Betul-betul hanya itu, Reta baper juga mau berharap apa? Kan capek. Yang ada Areta menyangkal segala rasa, pun mulai menata hati yang benar-benar lupakan Artha. Gantikan dengan sosok Fajar saja. "Halo, Ta." "Ah, iya!" Reta duduk tersentak menerima panggilan dari pria yang sedang dekat dengannya. "Aku udah di luar." Reta menoleh pada jendela. "Oh, oke. Tunggu, ya. Aku ganti baju bentar, Kak Fajar masuk dulu aja. Ada Om Alan kok." "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN