8. Areta II

1718 Kata

"Akhir pekan ngecamp, yuk!" ajak Alan kepada kawan-kawannya. Ada Fajrian, Jio, yang tuntunya Artha juga di sana. Nambah satu, Fajar ikutan gabung. Mereka duduk berkumpul di ruang 13. Mumpung dosen Hukum Acara Pidana tidak masuk dan hanya memberi tugas presentasi per kelompok seperti biasa, dengan diawasi oleh penanggung jawab mata kuliahnya. Begitu selesai, seketika kelas jadi gempar. Ngobrol sana, ngobrol sini, bahkan ada yang main UNO, pun dengan LUDO. "Ah, nanti lah. Lagi bokek gue, Lan," sahut Jio. "Gak bakal abis sejuta kok, Ji. Patungan aja, asal bawa mie instan masing-masing dari rumah. Nanti si Fajar yang bawa kompor mininya. Ya kan, Jar?" "Gaskeun aja gue mah, Lan." Maklum, anak sultan. "Hayuk, skuy!" kata Fajri. Lalu menoleh kepada Artha yang sibuk dengan ponselnya, ada pu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN