20. ARETA II

2329 Kata

Reta masuk ke kamar, meninggalkan Om Alan di ruang keluarga. Sekarang dia rebahan di ranjangnya. Terlentang. Reta mainkan ponsel dan membuka ruang chat-nya dengan Kak Artha. Galau. Reta baca dari awal percakapannya dengan gerangan. Yang Reta suka. Mulai dari sikap Kak Artha yang jutek-jutek menyebalkan, sinis-sinis sindiran, lalu arahan untuk benahkan pakaian, ceramah mini tentang aurat yang sering Reta pamerkan, hingga pada obrolan ringan seperti masa-masa sekarang. Perubahannya memang tidak signifikan, bertahap, tapi kian menyenangkan. Lalu terpikirkan saat-saat orientasi mahasiswa, bukankah orang lain sampai menduga Kak Artha dan dirinya ada something hingga masuk trending gibahan? Gimana Reta nggak baper? Jilbab yang dia kenakan bertabur rambut bagian depan, lantas Kak Artha rapik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN