Samar-samar cahaya terang mulai menyilaukan pandangan seorang gadis yang tampak mengerjapkan kedua matanya perlahan. Kepalanya terasa berputar-putar dan kelopak matanya terasa sangat berat untuk digerakkan, hingga pada akhirnya sinar dari bola lampu di tengah ruangannya mampu membuat gadis itu terbangun dari pingsannya. Nirmala tampak mengedarkan pandangannya ke sekitar, mencari-cari sosok yang ia harapkan akan ada disaat ia membuka mata. Namun seperti biasa, hanya kesunyian yang didapatinya. Entah sekarang jam berapa, yang jelas hari sudah beranjak malam dan pening yang dirasakannya belum juga reda. "Paling benci kalo udah lemah gini, gak ada yang bisa manjain soalnya." diam-diam gadis itu bergumam pelan, ia berusaha bangun dari posisi tidurnya meski pening menyerang kepalanya. "Gelasny

