Reymon kini tampak menggendong Ana yang tengah tertidur di mobilnya. Lelaki itu membawa putrinya memasuki rumah dan menidurkannya di atas sebuah kamar dengan nuansa serba putih. Untuk anak gadis seumurannya, mungkin dia terlalu spesial. Reymon tidak ingin menyebut anaknya dengan sebutan aneh dan lain sebagainya, ia justru menganggap bahwa kepribadian putrinya ini sebagai sebuah keistimewaan. Mungkin tidak banyak yang tau, kalau anaknya ini memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang lain. Diusianya yang masih kecil, dia sudah bisa melihat hal-hal yang tidak seharusnya terlihat. Bahkan dirinya sendiri sempat tidak mempercayainya, tapi seiring berjalannya waktu ia mulai percaya bahwa mereka memang ada. Putrinya memang memiliki keistimewaan, meskipun jujur bulu kuduknya selalu berdiri j

