36 Lazuardi menahan diri untuk tidak menonjok Dimas, yang tengah mengusap punggung tangan kanannya dengan pelan. Lazuardi berpura-pura serius mengecek ponselnya di tangan kiri, supaya tidak terlihat tengah gelisah. Dimas berulang kali menahan tawa. Dia tahu Lazuardi tengah gusar, tetapi Dimas tidak punya pilihan lain dan harus terus berakting sebagai pasangan sesama jenis. Nora mengamati kedua pria yang duduk berdampingan di sofa panjang seberang meja. Dia terpaksa mengakui jika Ferindra benar-benar kaum pelangi, karena pria itu tampak sangat sayang pada pasangannya. Nora tidak habis pikir, bagaimana dua pria tampan dan gagah itu bisa jadi pasangan belok. Padahal menurut Nora, perempuan di dunia masih sangat banyak untuk jadi pasangan para lelaki tersebut. "Mas Ardi, kerja di mana?"

