40 Jalinan waktu terus bergulir. Jumat sore itu, beberapa bus PB dan PBK melintasi jalan bebas hambatan menuju Kota Bandung. Pada setiap bus diadakan kuis berhadiah makanan ringan dan cokelat batang. Kendatipun hadiahnya sederhana, tetapi semua peserta kuis sangat senang. Mereka berbagi kudapan dengan seluruh penumpang bus, tanpa memedulikan jika saat kuis tadi mereka sempat saling bermusuhan. Biantara dan Arista yang berada di mobil kedua, nyaris tidak berhenti tertawa, akibat ulah anggota tim 3 dan 4 PCD, yang terus berdebat serta saling mencela. "Astagfirullah. Sampai nangis aku," keluh Arista sambil menyusut air di sudut matanya. "Suamimu tambah kacau, Ri," seloroh Kinanti, istri Ilyas, tim lapis satu PBK. "Begitulah, Kak. Di rumah pun, sama," sahut Utari Pratista Dewawarma

