38 "Apa kabar, Mas?" tanya Nora dengan suara lembut. "Baik," sahut Biantara. "Kaget, ya, lihat aku di sini?" "Awalnya, iya. Tapi, sekarang nggak." Nora mengalihkan pandangan pada Arista. "Kita belum kenalan. Aku, Nora." "Aku tahu kamu siapa," jawab Arista. "Pelakor, penipu, dan perusak rumah tangga," lanjutnya. "Banyak banget julukanku?" "Itu dari Kak Rifda. Aku mau nambahin, kamu orang nggak tahu malu. Parasit, belagu, dan sangat menjijikkan!" "Hati-hati kalau bicara." "Kenapa? Tersinggung? Baguslah. Memang itu tujuanku." "Aku tadinya berpikir kamu perempuan sopan. Tahunya, mulutmu sama buruknya dengan mantan istrinya Mas Bian." Arista tersenyum sinis. "Menghadapi orang berhati busuk kayak kamu, nggak perlu sopan. Karena tingkahmu sangat tidak bermartabat dan merugika

