Bab 16

1035 Kata

16 Biantara memandangi Arists yang tengah berdiri di teras rumah Halimah. Biantara tidak bisa menolak permintaan Arista, agar diturunkan di sana. Perempuan bermata besar itu menolak untuk ikut ke rumah mereka, dan Biantara terpaksa menurutinya. Warshif mengemudikan mobil bosnya sembari bersenandung. Kala tidak mencapai nada tinggi, Warshif meringis, karena dipukul paha kirinya oleh sang bos. "Kamu itu, pede banget. Musik ke Malaka, suaramu ke Papua," ledek Biantara. "Perasaan suaraku merdu, deh," kilah Warshif. "Merdu dari Zimbabwe? Sakit telingaku dengarnya." "Omongan Bapak sama dengan Revi. Dia pasti protes kalau aku nyanyi." "Ehm, tentang Revi. Berarti kamu sudah tahu kalau Ibu ada di rumahnya waktu kabur itu?" Warshif menggeleng. "Dia nggak ada ngomong apa-apa. Waktu ket

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN