Bab 28

1160 Kata

28 Biantara manggut-manggut sambil mendengarkan ocehan Haikal, yang datang ke rumah Wirya, seusai magrib tadi. Biantara tidak memprotes dan hanya meringis, kala Haikal mendorong bahu kanannya dua kali. Akibat kesal dengan tindakan Biantara yang sembrono. Wirya dan Zulfi yang menyaksikan hal itu, sama-sama tersenyum. Tawa mereka meledak saat Haikal menjitak pelan kepala Biantara. "Ane kesal sama ente. Mulutnya lantis!" geram Haikal sambil memelototi pria yang usianya lebih muda 10 tahun darinya. "Ane juga pernah bertengkar hebat dengan istri, tapi ane bisa tahan mulut dan nggak ngucapin talak. Kenapa mulut ente gampang banget ngomong gitu?" "Ane nggak habis pikir. Harusnya ente bisa menahan diri. Ente yang sudah lihat body bini, kenapa ente bisa langsung percaya jika perempuan dala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN