28. Menahan Diri

729 Kata

Sinar matahari pagi menembus celah gorden kamar di lantai dua. Tere sudah terbangun sejak pukul enam, namun ia tetap berbaring di tempat tidur, menatap punggung Ardi yang masih tertidur pulas di sampingnya. Sisa aroma parfum manis semalam sudah memudar, digantikan oleh bau kamar yang biasa. Tere menarik napas dalam-dalam. Kemarahan dan rasa jijik yang meluap-luap semalam mulai mereda, digantikan oleh logika yang dingin. Ia menyadari satu hal penting: jika ia menunjukkan kecurigaannya sekarang, Ardi dan Mama Lian pasti akan langsung menyusun strategi baru bersama Tante Evelyn. Hubungan mereka akan semakin tertutup, dan Tere tidak akan pernah bisa mendapatkan video yang menjadi sumber masalah ini. "Aku harus bersikap biasa saja. Mas Ardi tidak boleh tahu kalau aku sudah melacaknya semal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN