23. Alibi Palsu

851 Kata

Ardi adalah orang pertama yang berhasil menguasai keterkejutannya. Ia berdeham pelan, mencoba menetralkan ekspresi wajahnya yang sempat memucat. Tangannya yang semula mencengkeram bahu Mama Lian langsung ditarik mundur, dimasukkan ke dalam saku celana training yang ia kenakan. "Eh, Tere... Kamu kebangun, Sayang?" suara Ardi terdengar agak bergetar, namun ia berusaha keras menahannya agar terdengar biasa saja. Mama Lian di sampingnya masih terpaku. Wanita paruh baya itu buru-buru menyeka sudut matanya yang basah dan berbalik membelakangi Tere, berpura-pura merapikan letak taplak meja makan yang sebenarnya sudah rapi. Tere melangkah turun dari anak tangga terakhir. Matanya melirik serpihan vas bunga yang hancur di lantai, lalu beralih menatap suaminya dan ibunya secara bergantian. Dada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN