Bobby tidak bisa berhenti memikirkan Andrea. Wanita itu memiliki sikap yang jauh berbeda terhadapnya. Seakan semuanya telah benar-benar berakhir baginya. "Sudah habis berapa gelas?" Aldo mencium aroma pekat dari gelas Bobby, dan bisa menebak seberapa kuat kandungan alkohol di dalamnya. "Gue mau melupakannya sejenak, tapi bayangan wajahnya terus saja berputar-putar di pikiran gue!" Bobby menundukkan kepalanya, dia menahan rasa mual. "Memikirkannya saja tidak mengubah apapun!" Aldo melihat keadaan adiknya, dia hanya bisa membuang napas kasar. Bobby memang sangat mencintai Andrea, itu tidak bisa dipungkiri, tapi kenyataannya Bobby hanya menunjukkan sikap yang menyedihkan. Seharusnya tidak seperti itu caranya mencintai, karena dia bukan anak remaja lagi. Mengingat sikap dewasa Serge, A

