Chapter 26. Rencana

1979 Kata

Jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang. Yasmin sesekali menatap ke arah kantor Aril. Gadis itu tak sabar menunggu atasannya keluar dari ruangan. Hingga akhirnya apa yang ditunggu Yasmin menjadi kenyataan. Aril keluar dari kantor. Yasmin lekas menarik mukena dari laci dan berdiri. Jelas Hilda kaget melihat pergerakan temannya itu. “Mau ke mana?” tanya Hilda. “Salat, lah. Mumpung belum azan. Sayang bisa lama-lama berdoa,” jawab Yasmin dengan suara yang agak keras agar terdengar Aril. Begitu pria itu melewati meja Yasmin, Aril sempat melirik gadis itu. “Mau salat?” tanya Aril. “Iya, Pak. Ini lagi nunggu Hilda,” jawab Yasmin sambil tersenyum. Aril hanya mengangguk lalu meninggalkan ruangan. Kini ekspresi Hilda semakin bingung. Dia menatap Yasmin dan Aril bergiliran. “Kamu kenapa,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN