Kepala bayi sudah terlihat. Entah, apa yang Bintang rasakan sekarang, tapi yang jelas, ia berada di antara rasa takut, haru dan bahagia. Semua campur aduk menjadi satu. Terlihat, si ibu sedang mengedan dengan tenaga yang semakin berkurang. "Tarik nafas ... buang perlahan lewat mulut. Tarik lagi ... buang," ujar Adryan mengintruksi. Suasana di dalam angkot terasa menegangkan. Ditambah tenaga si ibu yang semakin lemah, membuat Adryan sedikit panik. Si ibu yang tidak mau ia bantu dan peralatan medis yang tidak ada, membuat Adryan sedikit kelimpungan. Hanya Bintang satu-satunya harapan saat ini. Semoga, Bintang bisa membantu proses lahiran, agar ibu dan bayi bisa selamat.. "Kepala bayinya sudah keluar, Sayang?" tanya Adryan berusaha tenang. Dalam kondisi seperti ini, dirinya tidak bole

