Berakhir Sudah

1303 Kata

Jarum jam menunjuk tepat pukul 13. 00. Ruang inap Bintang terasa sepi. Hanya ada kecanggungan yang tercipta antara Langit, Bintang dan Rani. Sedari tadi, Langit masih setia menemani Bintang meski tanpa obrolan. Sementara Rani merasa canggung dengan kehadiran langit di sana. Tiba-tiba, Adryan datang menerobos pintu masuk. Ia berjalan santai menghampiri Bintang. "Selamat siii -- " ucapnya terhenti, saat tak sengaja, netranya menangkap sosok Langit di sebelah Bintang. 'kenapa ada Langit di sini?' batin Adryan. "Kamu ngapain di sini?!" tanya Adryan menampakan raut tak suka. "Kamu ada hak apa nanya seperti itu?!" tantang Langit membuat Adryan naik pitam. Ia terlihat marah. "Kurang ajar!" Bugh! Satu bogeman mendarat mulus di rahang Langit. Bugh! Langit membalas tinjuan Adryan di rahan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN