Mobil Adryan menabrak pohon. Kepulan asap perlahan mulai keluar dari bagian depan mobil. Adryan yang masih shock, ia berusaha menetralkan degup jantungnya. Adryan memegangi pelipisnya yang terasa berdenyut. Ia mengucap syukur berkali-kali, karena masih selamat dari maut dan hanya mengalami luka ringan saja. Orang-orang yang melihat kejadian itu, mereka berbondong-bondong menghampiri mobil Adryan. Adryan keluar dari dalam mobil dibantu oleh beberapa orang yang bersimpati. Meski tidak ada luka yang serius, akan tetapi tubuh Adryan masih sempoyongan karena luka benturan yang ada di pelipisnya. Adryan terdiam sejenak guna menyeimbangkan rasa pusingnya. Setelah dirasa cukup mendingan, Adryan mulai berpikir bagaimana cara agar bisa secepatnya sampai di rumah sakit. "Mas nggak papa? Kening M

