Zalman kembali dengan setelan baru. Kaos hitam dengan celana pendek warna senada sepatu yang sama seperti yang Ghina kenakan, dan topi agar tidak langsung tersengat sinar matahari. "Bagaimana?" celetuknya, bertanya. Pria itu bahkan sengaja berputar, menampilkan sisi lain dan bersikap bagai pria keren. Ini lucu sebab diusianya yang tidak lagi muda, Zalman tau caranya menghibur sang istri. Ghina menunjukkan jempolnya, "Keren!" pujian itu dilontarkan dengan senyuman mengembang sempurna. Zalman mendekat, membuka lebar telapak tangannya. "Tos!" Karena tubuh suaminya yang terlihat cukup tinggi, Ghina harus sedikit berjinjit menggapai tos–an itu. "Mas yakin kita bisa? Apa Mas Zalman sudah pernah ikut membantu sebelumnya?" tanya Ghina, melontarkan lebih dari satu kalimat tanya. Wajahnya me

