Zalman Yang Malang.

1058 Kata

Bian membawa wanita itu ke tempat yang lebih sepi. Genggaman tangan yang semula kuat sekali perlahan mengendur. "Bicaralah." Bian mempersilahkan. Kekasihnya itu bisa mengatakan apa yang sempat tertahan karena sebelumnya dilarang olehnya baru sama-sama menyelesaikan dengan mengambil jalan tengah, berdua. Ia merasa, baik dirinya maupun Soraya butuh waktu untuk saling mendengarkan. Karena kondisi Ghina sudah ditangani, hanya tersisa satu masalah lagi yakni menemukan Zalman. "Aku bertanya soal Pak Zalman bukan karena memiliki perasaan lain padanya, atau hal buruk apapun yang mungkin terlintas di pikiranmu." Soraya membisikkan pembelaannya lebih dulu. Matanya tidak sanggup memandang Bian, hanya menunduk. "Melainkan karena aku benar tahu kisah apa yang pernah dia alami. Sesakit apa berada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN