CATATAN NARASI: Naskah ini berpindah fokus sepenuhnya dari kegilaan syahwat di rumah panggung Desa Ghadita menuju puncak kegelapan di Gunung Darmata. Sebuah lompatan waktu dan suasana yang drastis; dari peluh nafsu menuju bau kemenyan dan ancaman maut. Suara gemuruh air terjun di lereng Gunung Darmata terdengar seperti raungan ribuan singa yang kelaparan. Di sini, di jantung hutan liar yang belum pernah terjamah manusia, hawa mistis terasa begitu kental hingga udara seolah-olah bisa disentuh. Kabut tebal merayap di antara bebatuan licin, menyembunyikan segala jenis makhluk yang tak kasat mata. Gunung ini adalah titik nol kekuatan hitam, tempat di mana hukum alam manusia tidak lagi berlaku. Di atas sebuah batu datar yang menghadap langsung ke jatuhnya air, Mbah Sutrisno duduk bersila den

