Kota Astapura

1083 Kata

Malam di jalur lintas provinsi itu terasa begitu dingin, namun deru mesin diesel dari dua truk besar yang membawa hasil bumi Desa Gadita seolah membelah kebekuan udara. Revan duduk terdiam di kursi penumpang depan, tepat di samping Pak Minto yang jemarinya begitu lihai mengendalikan kemudi truk yang berat. Di dalam kabin yang sempit itu, Revan mencoba mengatur napasnya, menatap lurus ke depan pada aspal hitam yang disorot lampu halogen truk yang sedikit menguning. Di belakang sandaran kepalanya, pada ruang sempit yang biasanya digunakan untuk meletakkan bantal atau tas kecil, sosok Ayu duduk meringkuk dengan anggun. Ia tidak menyentuh Revan, namun hawa dingin yang statis terpancar dari kehadirannya, membuat suasana di dalam kabin terasa kontras dengan panas mesin di bawah kaki mereka. Sem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN