JEBAKAN JANDA KEMBANG DAN BURGER YANG TERANCAM

1500 Kata

​Matahari sudah mulai condong ke barat, memancarkan rona jingga yang membakar langit Desa Ghadita. Udara yang tadi terik perlahan berubah menjadi hangat suam-suam kuku, membawa aroma tanah kering dan dedaunan jati yang berguguran. Revan berjalan dengan langkah terburu-buru, kedua tangannya terisi penuh. Di tangan kiri, ia menjinjing kantong plastik berisi lima burger spesial, dan di tangan kanan, lima buah lagi melakukan hal yang sama. Aroma daging bakar dan saus dari sepuluh burger itu menguar tajam, seolah-olah menjadi suar bagi siapa pun yang berpapasan dengannya. ​Pikirannya hanya tertuju pada satu titik: rumah panggungnya. Ia sudah bisa membayangkan wajah cemberut Ayu yang menagih janji, serta rengekan Cici dan Vita yang perutnya sudah keroncongan. Revan mempercepat langkahnya melewa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN