BAB 100: REUNI DUA BURUNG TERSIKSA DAN DIMENSI JEBAKAN RATU JIN Hutan jati di pinggiran Desa Ghadita masih menyisakan bau anyir gairah yang pekat, bercampur dengan sisa-sisa kabut merah yang keluar dari celah dimensi yang robek. Revan masih tergeletak lunglai di atas hamparan daun jati kering. Matanya putih semua, benar-benar nge-fly dan kehilangan kesadaran sesaat setelah empat kali ledakan benihnya dikuras habis tanpa ampun oleh Ayu. Kejantanan Revan masih berdiri tegak, merah meradang karena gesekan yang terlalu intens, dan basah kuyup oleh sisa cairan kehidupan serta ludah jin purba itu yang berkilauan di bawah sinar rembulan. Namun, suasana binal yang menguras tenaga itu seketika pecah saat Kirana muncul. Sosok jin itu keluar dari robekan udara dengan tubuh polos tanpa sehelai benan

