BAB 5

729 Kata
Abel mempersilahkan teman - temanya untuk menikmati makanan yang sudah di hidangkan. Rumah Abel rame sekali sehingga membuat Abel selalu tersenyum. " Bel, bawa kesini dong si mungilnya " " Iya Bel, pingin lihat. Eh namanya siapa Bel ? " Teman - temannya menghujani Abel dengan pertanyaan dan permintaan. Membuat Abel mau enghak mau berdiri mengendong Aliendra dan kemudian duduk.Teman - teman Abel langsung mencium dan mencubit pipi mungil Aliendra. " Sudah dong. Nanti anakku menangis. " Jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang teman - teman Abel pamit pulang. Kemudian Abel masuk kamar membawa Aliendra dan memberikan s**u. Tak terasa Abel tertidur karena kelelahan. Abel terbangun dari tidurnya jam dua belas siang. Kemudian Abel membuatkan s**u untuk anaknya. Asi Abel keluar, hanya Abel kasihan membangunkan anaknya jadi Abel memilih membuat s**u formula. Sudah berjalan tiga minggu Abel mengambil peran seorang ibu dan ayah untuk anaknya. Abel menikmatinya menjadi soerang ibu. Tak dipungkiri kadang sikap melonya datang menghampirinya sehingga Abel menangis sendiri ketika menatap Aliendra. Bulan depan Abel akan mengurus kuliahnya agar dia bisa melanjutkan kuliahnya. Tentunya Abel tidak akan seperti dulu lagi yang pulang kuliah trus nongkrong dengan teman temannya. Karena Abel sudah memiliki Aliendra dalam hidupnya. " Bel kamu jadi kekampus gak hari ini?" Tanya ocha " Jadi dong Cha. Ni mau berangkat.kenapa cha?" " Enggak apa - apa Bel. Ya sudah aku tunggu kamu di kampus." Setelah Abel merawat Aliendra, memberi s**u dan memandikannya Abel menitipkan Aliendra pada mamanya. Kemudian dia berangkat ke kampus. " Ma, Abel titip Aliendra ya. Abel mau kekampus sebentar. Nanti setelah urusan abel dikampus selesai Abel la gsung pulang ko ma. " " Iya sayang. Ya udah hati -hati " " Makasih ya ma " kata Anel sambil memeluk dan mencium pipi mamanya Dua puluh menit Abel sampai ke kampus, dia langsung menuju administrasi untuk mengurus semester berikutnya. Saat masuk ke bagian admin. Para staff kampus melirik abel dengan mata sinis karena Abel hamil diluar nikah. Tapi abel tidak menghiraukan mereka. Setelah Abel selesai dengan urusannya dia langsung menghampiri Ocha. " Cha " Abel memeluk dan mencium pipi kanan dan kiri Ocha. " Hey, kamu sudah sampai Bel. Gimana udah beres kan ? Jadi kapan kamu masuk kuliah lagi ? " Tanya Ocha " Minggu depan cha. Tapi kita enggak bisa sekelas ya Cha ? " " Iya sih. Tapi enggak apa - apa Bel kan kita masih bisa ketemuan atu. Jangan sedih atu neng gelis. Em habis ini kamu kemna Bel ? Kita makan dulu yuk di kantin " " Enghak kemana mana sih Cha, langsung pulang soale kan udah ada Aliendra sekarang. Ya udah kita makan dulu enggak apa - apa yuk." Mereka berjalan bersama menuju kantin untuk makan. Saat Abel dan Ocha sedang mencari tempat duduk kosong, mata orang orang disana memandang Abel dan berbicara bisik bisik. Membuat Ocha kesal. " Heh kalian ngapin sih. Ada masalah gue sama abel makan disini ? Heran gue. Kayak sok suci aja kalian ! ! " Ocha marah dengan mereka. Mereka hanya terdiam mendengar ocehan Ocha " Cha .... cha .....udah cha. maaf ya. " Kata Abel menarik lengan ocha dan meminta maaf pada orang orang disekitar. " Ko kamu malah minta maaf sih Cha. Mereka yang salah kok. Harusnya mereka yang minta maaf karena telah menghakimimu ! " " Udah Vha biarin. Kita makan aja yuk. Laper ini perut. kamubtahu kan ibu menyusui sering laper." Abel menenangkan Ocha " O iya ya. Ya sudah kita pesen makan. Kayak biasanya kan kamu Bel?" Tanya Ocha dan dijawab Abel dengan anggukan. Setelah selesai makan bersama Ocha Abel menaiki mobilnya dan segera pulang. Karena dia sudah kangen dengan wajah gembul Aliendra. Sampai dirumah Abel merasa senang karena melihat Aliendra tertawa cekikikan dengan omanya. Abel masuk rumah dan segera menganti pakaiannya serta cuci tangan karena abel akan mengendong anaknya. " Ma tadi Aliendra nangis enggak ? " " Enggak sayang. Dia anak yang pinter. Iya kan oma….ganteng ya cucu oma...ba… " jawab mama Abel sambil mengajak bicara aliendra " Gimana urusan mu di kampus ? Bereskan ? Trus kapan mulai aktif kuliah lagi Bel ? " " Puji Tuhan beres ma. Minggu depan sudah aktif kuliah ma. " " Syukurlah. Pokoknya kamu Enggak usah khawatirkan Aliendra. Dia aman sama mama. Kamu fokus sama kuliah kamu untuk masa depan Aliendra. " " Iya ma. Ma makasih ya ma." Abel memluk mamanya dengan terharu
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN