Hari-hari berlalu. Beruntungnya pekerjaan Rinta aman, tak ada gangguan apa pun di kantor. Sebisa mungkin dia menghindari bertemu dengan Andro, tidak melakukan kontak mata apabila kebetulan harus bertatap muka. Gadis itu memilih mengikuti alurnya, selama itu baik dan tak ada gangguan yang berarti. Mungkin benar, Andro memang telah bangkit dan melupakan dirinya, terlebih posisinya di hati Andro telah digantikan oleh wanita secantik dan sesempurna Claudia. Dan seharunya Rinta bahagia kan? Kenapa tetap saja rasanya menyesakkan dadanya. "Gimana kabar pacar kamu, Ta. Udah sembuh kan dia, kok jarang jemput kamu sekarang?" Nina tiba-tiba menanyakan kabar Bara. "Sudah sembuh lama. Akhir-akhir ini jarang bareng karena Mas Bara ambil tambahan job di dua kafe." Rinta tengah memasang syal di salah s

