ISTRIKU, DI MANA KAMU? (35) – POV IRFAN “Jujur, aku minta maaf, Dek! Dulu aku selalu merasa jika aku ini hebat, aku ini cerdas, aku ini sukses karena usahaku sendiri … tapi waktu telah menyadarkanku … jika aku bukan apa-apa tanpa kamu.” Dia masih terdiam. Suasana canggung dan kaku. Apakah memang cinta itu sudah tak ada di hatimu, Dek? Hening, hanya detak jam dinding yang terdengar begitu lambat. Sesekali aku masih melirik wajah cantiknya. Dia selalu cantik seperti dulu, tak pernah berubah. Hanya saja setelah berpisah denganku kulihat dia makin cantik saja. Mungkin bersamaku bukan kebahagiaan, entahlah. Sesekali dia melihat gawainya seolah sedang menunggu pesan dari seseorang. Entah siapa? Aku tak berani bertanya padanya. Namun tak lama dari itu, dia berdiri dan menoleh ke arahku.

