Bab 46

1342 Kata

ISTRIKU, DI MANA KAMU? (46) – Pov Irfan Usai makan, kami mengobrol ringan, membahas kembali rencana pensiun dini untuk Safira. Dia duduk dan bersandar pada bagian bawah sofa, duduk pada karpet yang digelar. Aku, kembali bermanja. Kurebahkan kepala ini ke pangkuannya. Aku benar-benar merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Setelah semua badai yang menerpa dan memporak-porandakan kehidupan kami, perlahan aku sadar kalau dia adalah duniaku. Aku bukan sosok cerdas dan tangguh seperti kesimpulanku selama ini, melainkan hanya seorang lelaki bodoh yang mendapatkan kekuatan karena cintanya. Aku bisa bergerak meninggi semua karena dia. “Dek ….” Aku terlentang menatap wajah manisnya. Kedua netra indahnya fokus menatap televisi yang menyajikan berita terkini. Rambutnya masih sedikit basah karen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN