ISTRIKU, DI MANA KAMU? (28) – POV IRFAN Mobil yang kutumpangi akhirnya tiba di sebuah rumah sakit swasta. Segera kami mendaftar di poli kandungan. Beruntung masih ada dokter prkatek yang buka hingga malam. Kami mendaftar dan mengambil nomor antrian. Selvia terus-terusan meringis sambil memegangi perutnya. “Sabar, ya, Vi!” Aku mencoba menangkannya. Hanya itu, perasaanku padanya masih hambar. Hanya seperti sahabat pada umumnya. Dia mengangguk lemah. Keringat tampak muncul di dahinya. Tibalah saatnya kami periksa. Dokter meminta Selvia berbaring setelah sebelumnya bertanya-tanya tentang usia kehamilannya. Benar, Selvia dengan ragu mengaku jika usia kehamilannya sekitar 6 bulan. Usai pemeriksaan, Selvia bangun dari ranjang pasien dan minta izin untuk ke toilet. “Pak Irfan, istri A

