ISTRIKU, DI MANA KAMU? (33) – POV IRFAN “Aku gak nyangka, kalian lebih busuk dari pada yang kupikirkan! Pergi sekarang!” hardikku. Aku menendang meja hingga terjungkal. Botol yang terbuat dari kaca yang kugenggam kubanting hingga beling-beling pecah berserakan. Aku mendekat ke arah Selvia. Kemarahan ini sudah smpai puncah, aku tak lagi memandangnya sebagai seorang wanita, satu tamparan lepas mendarat di pipinya. Plak! “Ayah!” pekiknya kaget. “Mulai hari ini, jangan pernah memanggilku dengan sebutan itu lagi! Bayi itu bukan anakku! Aku sudah mendengar semuanya! Kalian memang benar-benar iblis bermuka manusia!” bentakku. Selvia meringis memegangi pipinya, air matanya luruh, akan tetapi tak sedikitpun menyentuh empatiku. Aku tersenyum miring, andai tak ada dokumen penting yang terting

