ISTRIKU, DI MANA KAMU? (43) – Pov Irfan “Selamat siang, Pak Edo yang terhormat! Tolong jangan memaksa staff saya seperti ini! Kalau hanya sekadar kopdar dan ngopi, Bapak masih bisa menghubungi saya, Pak! Bapak masih ada ‘kan nomor saya?” ucapku sambil menyilang tangan di d**a. Wajah Edo tampak terkejut mendapati kemunculanku yang tiba-tiba. “Oh, rupanya ini stand Pak Irfan? Kabar baik. Hmmm, saya dengar bukankah kemarin Anda menikah? Kok hari ini sudah berangkat bekerja? Sebegitu butuh uangkah Pak Irfan sampai meninggalkan istri di hari kedua pernikahan? Atau jangan-jangan Pak Irfan sudah tidak bisa lagi memuaskan istrinya? Kalau begitu, gampang sekali … Pak Irfan tinggal meminta bantuan saya, saya akan dengan senang hati membantu!” Rupanya dia hendak memprovokasiku. Namun sayang, Do!

